Sabtu, 05 Januari 2013


Pembelajaran Yang Tidak Mencerdaskan
 
Pembelajaran yang tidak mencerdaskan memang ada. Yaitu pembelajaran yang tidak mampu mengubah siswa menjadi lebih cerdas daripada sebelumnya. Ciri-ciri pembelajaran yang tidak mencerdaskan:
(1) pembelajaran hanya berupa penyampaian materi pelajaran tanpa penguasaan oleh siswa;
(2) pembelajaran hanya berpusat pada kegiatan guru tanpa melibatkan keaktifan siswa secara menyeluruh;
(3) pembelajaran tidak menginspirasi siswa menuju kesuksesan hidup!
Pembelajaran yang tidak mencerdaskan tergolong ke dalam pembelajaran yang tidak bermakna.
Agar tidak terjebak pada pembelajaran yang tidak mencerdaskan, guru perlu membaca ulang ketentuan yang diatur dalam Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. Dalam lampiran Permendinas tersebut terutama yang terkait dengan pelaksanaan pembelajaran disebutkan bahwa pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, me­motivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativi­tas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Berdasarkan Permendiknas tersebut, maka pelaksanaan pembelajaran harus berlangsung secara interaktif, menginspirasi siswa untuk melakukan hal-hal lain ke arah pengembangan pribadi dan kesuksesan, menantang siswa untuk menjadi lebih baik, siswa termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, serta potensi siswa benar-benar berkembang baik fisik maupun psikologisnya.
Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pela­ jaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
Ketika guru memenuhi ketentuan standar proses dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, maka pembelajaran tersebut pasti mencerdaskan, dalam arti mampu mengubah siswa menjadi lebih cerdas. Bagaimana tidak? Kegiatan inti dalam pembelajaran yang meliputi eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi sebetulnya merupakan cara guru mencerdaskan peserta didik. Dan ketiga kegiatan inti secara menyeluruh juga mendukung pengembangan kecerdasan sesuai teori kecerdasan ganda seperti dikemukakan Howard Gardner.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar