Pembelajaran
Yang Tidak Mencerdaskan
Pembelajaran yang tidak mencerdaskan memang ada. Yaitu pembelajaran
yang tidak mampu mengubah siswa menjadi lebih cerdas daripada sebelumnya.
Ciri-ciri pembelajaran yang tidak mencerdaskan:
(1) pembelajaran hanya berupa penyampaian materi pelajaran
tanpa penguasaan oleh siswa;
(2) pembelajaran hanya berpusat pada kegiatan guru tanpa melibatkan
keaktifan siswa secara menyeluruh;
(3) pembelajaran tidak menginspirasi siswa menuju kesuksesan hidup!
Pembelajaran yang tidak mencerdaskan tergolong ke dalam pembelajaran
yang tidak bermakna.
Agar tidak terjebak pada pembelajaran yang tidak mencerdaskan, guru
perlu membaca ulang ketentuan yang diatur dalam Permendiknas No. 41 Tahun 2007
tentang Standar Proses. Dalam lampiran Permendinas tersebut terutama yang
terkait dengan pelaksanaan pembelajaran disebutkan bahwa pelaksanaan kegiatan
inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik
untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik
serta psikologis peserta didik.
Berdasarkan Permendiknas tersebut, maka pelaksanaan pembelajaran
harus berlangsung secara interaktif, menginspirasi siswa untuk melakukan
hal-hal lain ke arah pengembangan pribadi dan kesuksesan, menantang siswa untuk
menjadi lebih baik, siswa termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran,
serta potensi siswa benar-benar berkembang baik fisik maupun psikologisnya.
Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik dan mata pela jaran, yang dapat meliputi proses
eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
Ketika guru memenuhi ketentuan standar proses dalam melaksanakan
pembelajaran di kelas, maka pembelajaran tersebut pasti mencerdaskan, dalam
arti mampu mengubah siswa menjadi lebih cerdas. Bagaimana tidak? Kegiatan inti
dalam pembelajaran yang meliputi eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi
sebetulnya merupakan cara guru mencerdaskan peserta didik. Dan ketiga kegiatan
inti secara menyeluruh juga mendukung pengembangan kecerdasan sesuai teori kecerdasan ganda seperti dikemukakan Howard
Gardner.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar